You are currently browsing the monthly archive for Juni 2009.
بسم الله الرحمن الرحيم
الخشوع في الصلاة
قال تعالى: [ واستعينوا بالصبر والصلوة وإنها لكبيرة إلا على الخاشعين ]
“Dan jadikanlah shabar dan shalat sebagai penolongmu, dan yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.” (Surat Al Baqarah: 45)
Seorang mukmin yang tengah mengalami penurunan iman, ia merasakan shalat sebagai kewajiban yang berat, karena ia terikat oleh waktu, dan sekian banyak persyaratan. Lain halnya ketika seorang mukmin yang telah merasakan manisnya iman di dalam hati, maka ia merasakan shalat adalah kebutuhan diri yang menghidupi hati dan menyejukkkannya.
Rasulullah saw. pernah menyampaikan kesannya yang dalam dari shalatnya:
وجعلت قرة عيني في الصلاة.
“Dan dijadikan kesejukan pandanganku dalam shalatku.”
Dan beliau perintahkan Bilal Bin Rabah: “Kumandangkan iqamah, untuk shalat, agar kita bisa refreshing dengan shalat itu.”
Untuk mencapai khusyu’ dalam shalat, kita perlu waktu untuk membiasakan shalat dengan penuh dzikrullah.
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan bahwa Ibnu ‘Abbas ra. berkata: “Sesungguhnya Allah telah nenberi tenggang waktu bagi hati orang yang beriman, dan baru mengur mereka pada awal tahun ketuga belas dari turunnya Al Qur’an, maka turunlah ayat ini:
[ ألم يأن للذين آمنوا أن تخشع قلوبهم لذكر الله وما نزل من الحق ولا يكونوا كالذين أوتوا الكتاب من قبل فطال عليهم الأمد فقست قلوبهم وكثير منهم فاسقون ]
“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk khusyu’ (tunduk) hati mereka karena mengingat Allah dan tunduk hati mereka kepada kebenaran yang turun kepada mereka?” (QS Al-Hadiid/57:16). Baca entri selengkapnya »


Komentar Terakhir